Minggu, 19 Mei 2019

Jangan Hanya Sibuk Memperbagus TopengTopeng


Banyak orang di dunia ini yang terjebak dengan perbaikan semu
Ketika ingin disebut sudah berhijrah, yang dipoles hanyalah topeng kepalsuan 
Ingin dikatakan soleh, pintar, dan rajin beribadah 
Padahal wajah aslinya benar-benar jauh dari yag dicitrakan 

Akhirnya yang diperbagus hanyalah penampilan atau postingan semata
Dengan tujuan berharap likes dan pujian dari para followers setia
Hingga niatnya bukan lagi lillahi ta’ala
Tapi hanya ria, ujub dan takabur yang tersisa

Sahabat, kalau kamu sudah mantap dengan hijrahmu 
Maka yang paling pertama harus dilakukan adalah luruskan niatmu
Niatkanlah untuk meraih ridho-Nya dan mendapatkan pahala-Nya 
Bukan untuk dapat pujian atau apresiasi dari manusia yang tak ada artinya

Yakinlah bahwa hijrahmu akan menjadikanmu lebih baik
Bukan menjadikanmu merasa baik yang akhirnya menghanguskan setiap amal solehmu
Bersabarlah dari setiap ujian maupun pujian
Lihatlah visimu ke depan bahwa jannahlah yang menjadi tujuan 

Sabtu, 09 Februari 2019

Hidup kok gini-gini aja?

Hidup Kok Gini-gini aja?


Pernah mengalami kejenuhan?
Pernah merasa stuck?
Pernah merasa tak bermakna?

Kenapa hal itu terjadi?
Karena biasanya ada beberapa faktor:

1.Ga punya visi dan target hidup
Orang yang punya visi dan target pasti bergairah, setiap waktu dijalani dengan antusias, fokusnya mencapai target. Sebaliknya yang ga jelas niat dan visinya kerja asal-asalan, tiap hari berada dalan kebingungan.

2.Kerja ga sesuai passion
Orang yang bekerja ga sesuai passion biasanya cenderung mudah bosan, cepat menyerah. Kenapa? karena ga sesuai dengan minatnya. Gimana caranya tahu passion diri? Kepanjangan kalau bahas disini, baca aja buku Muda Karya Raya.

3. Salah milih lingkungan
Mau bersemangat? Mau produktif? Gaul sama orang yang satu frekuensi. Jangan habiskan waktu di tempat yang kurang tepat. Karena kita butuh berkolaborasi dengan orang yang satu frekuensi.

Jalani hari dengan penuh semangat dengan memahami 3 hal di atas.

Selamat berkativitas 😀


Rabu, 06 Februari 2019

Kamu pemain atau penonton?

*Kamu PEMAIN atau PENONTON?*

Dalam hidup ini ada dua tipe manusia. Tipe pemain dan tipe penonton. Sayangnya tipe penonton pasti lebih banyak ketimbang pemain.

Seperti di pertandingan sepak bola. 
Penonton keliatannya enak. Cuman bisa duduk nonton, ga banyak resiko, bisanya sorak soray atau mencela permainan.
Pemain: Penuh tekanan, mesti latihan, harus bergerak, banyak resiko.

Tapi ingat. Siapa yang dibayar tinggi? Siapa yang populer? Siapa yang punya karya? Siapa yang menginspirasi?
Penonton harus bayar, rela beli kaos klub kesayangan, ingin poto bareng pemain idola.

Tapi, itulah.. Sedikit sekali yang bermental pemain. Sama seperti menjemput jodoh atau rizki. Banyak yang cuman bisa baper, Harap-harap cemas, tapi sedikit sekali yang mau bayar harganya. Pemantasan diri, kesungguhan menjemput rizki, serta mendekatkan diri pada Ilahi.

Padahal pemenang nggak diciptakan di depan televisi. Tapi ia ditempa oleh teriknya panas, dinginnya cuaca.
Pertanyaannya, Anda mau pilih yang mana? Jadi penonton atau pemain?

Semoga berkah ilmunya, dan bisa dipraktekkan 😊